Selasa, 19 Desember 2017

Akal Sebagai Pemimpin Dan Nafsu Sebagai Tawanan



_______________________________________________________

Sumber Kajian: Kitab Nashoihul 'Ibad
Karya: Syekh Muhammad Nawawi Al-Banteniy




طُوْبَى لِمَنْ كَانَ عَقْلُهُ أَمِيْرًا وَهَوَاهُ أَسِيْرًا, وَوَيْلٌ لِمَنْ كَانَ هَوَاهُ أَمِيْرًا وَعَقْلُهُ أَسِيْرًا

"Berbahagialah orang yang menjadikan akalnya sebagai penguasa dan hawa nafsunya sebagai tawanan. Celakalah orang yang hawa nafsunya sebagai penguasa dan akalnya sebagai tawanan."

Akal menguasai hawa nafsu pada saat seseorang  mengikuti apa yang menjadi keputusan akal sehatnya dan tidak mau menuruti kecenderungan hawa nafsu yang menyimpang dari tata aturan syara'. Sebaliknya, hawa nafsu menguasai akal pada saat dia menuruti berbagai keinginan nafsunya, sementara akalnya tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, seperti difungsikan untuk memikirkan berbagai kenikmatan dan keagungan Alloh.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Teks Berbahasa Jawa Bacaan TALQIN Untuk Mayit

بسمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. لآاله الاّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاشَرِيْكَ لَهُ لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ ...