Rabu, 20 Desember 2017

Hidup, Cinta dan Berbuat Sekehendakmu


_______________________________________________________

Sumber Kajian: Kitab Nashoihul 'Ibad
Karya: Syekh Muhammad Nawawi Al-Banteniy




Kata malaikat Jibril kepada Rosululloh SAW :

يَا مُحَمَّدُ, عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ  وَ أَحْبِبْ  مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ  وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ

"Hai Muhammad, hiduplah sekehendakmu, karena engkau akan mati; cintai siapa saja yang engkau kehendaki, karena engkau akan berpisah dengannya (mati); dan berbuatlah sekehendakmu, karena engkau akan menerima balasannya".


Amal baik dibalas dengan kebaikan dan amal buruk dibalas dengan keburukan, seimbang dengan perbuatannya itu.

Tiga Hal Yang Menjadi Penyelamat, Perusak, Pengangkat Derajat Dan Penebus Dosa



_______________________________________________________

Sumber Kajian: Kitab Nashoihul 'Ibad
Karya: Syekh Muhammad Nawawi Al-Banteniy



Dari Abu Hurairah, yakni Abdurrahman bin Shakhr, bahwa Rosululloh SAW pernah bersabda :

ثَلاَثٌ مُنْجِيَاتٌ وَثَلاَثٌ مُهْلِكَاتٌ  .........

"Ada tiga hal penyelamat, tiga hal perusak, tiga hal yang dapat mengangkat derajat dan tiga hal yang menebus dosa: Tiga hal penyelamat, yaitu takut kepada Alloh di kala sepi dan ramai, hidup sederhana di kala melarat dan kaya, dan bersikap adil di kala suka dan marah. Tiga hal perusak, yaitu sangat kikir, menuruti hawa nafsu dan membanggakan diri sendiri (ujub). Tiga hal yang dapat meninggikan derajat, yaitu menebarkan salam, memberi makanan dan shalat malam (tahajud) di kala semua orang tidur. Sedangkan tiga hlal penebus dosa, yaitu menyempurnakan wudhu di kala musim dingin, melangkahkan kaki mengikuti sholat berjamaah, dan menunggu sholat berikutnya setelah selesai mengerjakan shalat"

a. Yang dimaksud dengan "penyelamat" adalah penyelamat dari siksa Alloh. Yaitu ada tiga, yakni pertama, takut kepada Alloh, baik di kala sepi maupun ramai; kedua, berpola hidup sederhana, tidak terlalu mewah dan tidak melebihi dari batas kecukupan yang dibutuhkan; ketiga, mampu bersikap adil ketika marah dan suka, yakni bersikap marah karena Alloh dan bersikap ridho atau suka karena demi meraih ridho Alloh.

b. "Perusak" adalah sesuatu yang membuat seseorang memperoleh siksa Alloh. Yaitu pertama, kikir yang melebihi batas, sampai-sampai dia tidak mau membayarkan sesuatu yang menjadi hak Alloh seperti zakat dan hak manusia seperti shodaqoh. Sikap kikir yang dapat menjadi perusak adalah sikap kikir yang dituruti. Adapun sikap kikir yang sudah menjadi watak seseorang sejak lahir, tetapi tidak dituruti, tidaklah termasuk perusak. Kedua, menuruti apa saja yang didorong dan diperintahkan oleh hawa nafsu. Ketiga, membanggakan diri, artinya dalam dirinya timbul perasaan serba lebih unggul dan dia lupa bahwa kelebihan yang dimilikinya merupakan nikmat Alloh yang dapat hilang sewaktu-waktu.

c. Yang dimaksud "derajat" ialah derajat di akhirat. Yaitu pertama, menebarkan ucapan salam secara umum kepada siapa saja yang ditemui, baik kepada orang yang dikenal maupun yang belum dikenal. Kedua, menyuguhkan dan menyajikan makanan kepada para tamu dan orang yang kelaparan. Ketiga, sholat tahajjud di tengah malam, sementara orang-orang umumnya tidur nyenyak.

d. Yang dimaksud "penebus dosa" adalah hal-hal yang menyebabkan terhapusnya suatu doa. Yaitu pertama, wudhu secara sempurna sekalipun di musim dingin, dengan memenuhi segala rukun, sunnah dan adab sopan santunnya. Kedua,  melangkahkan kaki ke masjid untuk mengikuti sholat berjamaah. Ketiga, menunggu untuk dapat mengikuti sholat berikutnya, dalam keadaan dia masih berada di masjid setelah selesai mengerjakan sholat. Demikian pula halnya dengan menunggu untuk dapat melakukan segala kebajikan lainnya, adalah dapat menjadi penebus dosa.


Tugas Orang Yang Berakal : Menyiapkan Bekal Akhirat, Bekerja dan Mencari Sesuatu Yang Halal


_______________________________________________________

Sumber Kajian: Kitab Nashoihul 'Ibad
Karya: Syekh Muhammad Nawawi Al-Banteniy



Dari Nabi Dawud a.s., katanya "Telah diwahyukan Alloh dalam kitab Zabur sebagai berikut :

حَقٌّ عَلَى الْعَاقِلِ اَنْ لاَ يَشْتَغِلَ اِلاَّ بِثَلاَثٍ: تَزَوُّدٍ لِمِعَادٍ وَمُؤْنَةٍ لِمَعَاشٍ وَ طَلَبِ لَذَّةٍ بِحَلاَلٍ

"Wajib bagi orang yang berakal agar tidak menyibukkan diri kecuali terhadap tiga hal: Mengumpulkan bekal untuk menghadapi kehidupan di akhirat, mencari biaya hidup dan mencari kelezatan dengan cara yang halal"

a. Bekal yang perlu disiapkan untuk kehidupan di akhirat adalah berbentuk amal shalih

b. Biaya hidup yang perlu dicari meliputi kecukupan pembiayaan untuk sarana beribadah dan kemaslahatan.

c. Mencari kelezatan dan keenakan duniawi yang bersifat halal harus dengan cara yang halal pula.


Waspada Dengan Kenikmatan, Pujian Dan Tertutupnya Aib

_______________________________________________________

Sumber Kajian: Kitab Nashoihul 'Ibad
Karya: Syekh Muhammad Nawawi Al-Banteniy



Dari Abdulloh bin Mas'ud r.a.

كَمْ مِنْ مُسْتَدْرَجٍ بِالنِّعْمَةِ عَلَيْهِ وَكَمْ مِنْ مَقْتُوْنٍ بِالثَّنَاءِ عَلَيْهِ وَ كَمْ مِنْ مَغْوُوْرٍ بِالسَّتْرِ عَلَيْهِ.

"Banyak orang yang hanyut terbuai oleh kenikmatan. Banyak orang yang termakan fitnah karena pujian. Dan banyak orang yang tertipu oleh tutup keaiban"

a. Banyak orang yang lupa daratan dan hanyut karena banyaknya nikmat yang dia terima

b. Banyak orang terkena fitnah, balak dan cobaan disebabkan sering dipuji-puji orang lain.

c. Banyak orang terbuai dengan kesenangan duniawi dan lupa terhadap kehidupan akhirat disebabkan aib dirinya selalu tertutup.



Nikmat Islam, Sibuk Dalam Ketaatan Dan Pelajaran dari Kematian


_______________________________________________________

Sumber Kajian: Kitab Nashoihul 'Ibad
Karya: Syekh Muhammad Nawawi Al-Banteniy



Dari Sayyidina Ali r.a. :

إِنَّ مِنْ نَعِيْمِ الدُّنْيَا يَكْفِيْكَ اْلإِسْلاَمُ نِعْمَةً وَإِنَّ مِنَ الشُّغْلِ يَكْفِيْكَ الطَّاعَةُ شُغْلاً وَإِنَّ مِنَ الْعِبْرَةِ يَكْفِيْكَ الْمَوْتُ عِبْرَةً 

"Sesungguhnya diantara kenikmatan dunia, cukuplah bagimu nikmat Islam, dan sesungguhnya diantara kesibukan, cukuplah kesibukan berbuat ketaatan, dan sesungguhnya diantara pelajaran, cukuplah bagimu kematian sebagai pelajaran"

a. Kenikmatan terbesar yang dianugerahkan Alloh kepada hamba adalah dilahirkannya dari semula tidak ada menjadi ada, dan dikeluarkannya dari semula hidup di kegelapan kufur menuju sinar Islam.

b. Taat kepada Alloh merupakan kesibukan yang terbesar

c. Kematian merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi manusia.


Kiat Agar Dicintai Alloh, Malaikat dan Manusia


_______________________________________________________

Sumber Kajian: Kitab Nashoihul 'Ibad
Karya: Syekh Muhammad Nawawi Al-Banteniy



مَنْ تَرَكَ الدُّنْيَا اَحَبَّهُ اللهُ وَ مَنْ تَرَكَ الذُّنُوْبَ اَحَبَّهُ الْمَلاَئِكَةُ وَ مَنْ حَسَمَ الطَّمَعَ عَنِ الْمُسْلِمِيْنَ اَحَبَّهُ الْمُسْلِمُوْنَ
"Barangsiapa yang meninggalkan (kesenangan) dunia maka disenangi Alloh; Barangsiapa yang meninggalkan dosa maka disenangi para malaikat; dan Barangsiapa yang meninggalkan tamak (serakah) dari hak milik kaum muslimin akan disenangi mereka"

a. Meninggalkan kesenangan dunia artinya mengurangi makan-minum dan tidak suka dipuji-puji orang. Orang yang meninggalkan kesenangan dunia dicintai Alloh disebabkan karena dia tidak suka riya' (pamer) dan congkak.

b. Orang yang meninggalkan dosa disenangi malaikat disebabkan karena tidak menyibukkan malaikat dalam mencatat amal kejelekannya.

c. Orang yang tidak tamak disenangi kaum muslimin disebabkan karena tidak menjadikan mereka merasa terusik.


Pentingnya Kasih Sayang, Bertanya Dan Mengatur Keuangan


 _______________________________________________________

Sumber Kajian: Kitab Nashoihul 'Ibad

Karya: Syekh Muhammad Nawawi Al-Banteniy




Dari Umar bin Khothob r.a., katanya:

حُسْنُ التَّوَدُّدِ إِلَى النَّاسِ نِصْفُ الْعَقْلِ وَحُسْنُ السُّؤَالِ نِصْفُ الْعِلْمِ وَحُسْنُ التَّدْبِيْرِ نِصْفُ الْمَعِيْشَةِ

"Kebaikan kasih sayang kepada sesama manusia itu setengah akal, kebaikan pertanyaan itu setengah ilmu, dan kebaikan pengaturan (kemampuan memenej) itu setengah penghidupan "

a. Kebaikan kasih sayang ini sesuai dengan hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, at-Thabraniy dan al-Baihaqiy, bersumber dari Jabir bin Abdullah, bahwa Rosululloh SAW pernah bersabda, "Bersikap ramah terhadap sesama manusia merupakan shodaqoh".
Ramah tamah dapat berbentuk ucapan dan tindakan. Semuanya dapat mendatangkan pahala bagi pelakunya seperti halnya pahala shodaqoh. Diantara contoh keramahan Rosululloh SAW adalah bahwa beliau tidak pernah mencela makanan yang dihidangkan, menghardik pembantu, dan tidak pernah bersikap kasar apalagi memukul seorang wanita (isteri, anak).

b. Kebaikan dari bertanya kepada para ulama merupakan setengah ilmu, karena dengan pertanyaan itu maka seseorang akan memperoleh ilmu secara sempurna.
    

c. Kebaikan dari pengaturan segala urusan, yakni menjalankan segala urusan dengan mempertimbangkan untung ruginya dan akibat-akibat yang bakal muncul merupakan separoh dari usaha seseorang untuk kelangsungan hidupnya.

Tiga Hal Yang Hanya Dapat Dicapai Dengan Tiga Cara



_______________________________________________________

Sumber Kajian: Kitab Nashoihul 'Ibad
Karya: Syekh Muhammad Nawawi Al-Banteniy
                                  


ثَلاَثٌ لاَ تُدْرَكُ بِثَلاَثٍ: اَلْغِنَى بِالْمُنَى وَالشَّبَابُ بِالْخِضَابِ وَالصِّحَّةُ بِاْلأَدْوِيَةِ

"Tiga hal yang tidak dapat dicapai dengan tiga cara, yaitu: kekayaan dengan lamunan,  kemudaan dengan semiran rambut, dan kesehatan dengan obat-obatan"

Maksudnya, kekayaan tidak dapat diperoleh sekedar dengan lamunan, akan tetapi dengan bagian (anugerah) dari Alloh. Kepemudaan tidak dapat dicapai dengan menyemir rambut putih dengan warna hitam. Dan kesehatan tidak dapat diperoleh dengan pengobatan, akan tetapi dengan kesembuhan dari Alloh.


Selasa, 19 Desember 2017

Nikmatnya Berdekatan hubungan Dengan Alloh


_______________________________________________________

Sumber Kajian: Kitab Nashoihul 'Ibad
Karya: Syekh Muhammad Nawawi Al-Banteniy




لَوْ دَفَنْتُمْ حَلاَوَةَ الْوُصْلَةِ لَعَرَفْتُمْ مَرَارَةَ الْقَطِيْعَةِ

"Jika kamu mengubur manisnya kedekatan hubunganmu dengan Alloh, tentu kamu merasakan pahitnya merasa jauh dari-Nya"

Karena menjauh dari Alloh, menurut Ahli Alloh, merupakan siksaan yang cukup berat. Oleh karena itu, diantara doa yang pernah dipanjatkan Rosululloh SAW adalah :

أَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَالشَّوْقِ إِلَى لِقَائِكَ

"Ya Alloh! Anugerahi kamu kelezatan memandang wajah-Mu Yang Maha Mulia dan kelezatan rasa rindu bertemu dengan-Mu"



Sikap Jinak Kepada Alloh



_______________________________________________________

Sumber Kajian: Kitab Nashoihul 'Ibad
Karya: Syekh Muhammad Nawawi Al-Banteniy




إِذَا أَرَدْتَ اَنْ تَسْتَأْنِسَ بِاللهِ فَاسْتَوْحِشْ مِنْ نَفْسِهِ

"Jika kamu ingin bersikap ramah/ jinak kepada Alloh, maka hendaklah enggan terhadap dirimu sendiri"

Maksudnya, jika hatimu ingin merasa tenang bersama Alloh dan tidak ingin lari dari-Nya, hendaklah kamu putuskan kecintaanmu kepada dirimu sendiri.


Kisah Teladan

Setelah Asy-Syibli wafat, seseorang pernah mimpi bertemu dengannya dan menanyakan tentang nasibnya di alam barzakh.

Dijelaskan oleh Asy-Syibli, bahwa Alloh pernah bertanya kepadanya, "Wahai Abu Bakar, tahukah kamu¸ kenapa Aku mengampunimu?". Lantas aku jawab, "Itu semua karena amal sholihku". "Bukan karena itu!", kata Alloh. Aku jawab, "Karena keikhlasan ibadahku". "Tidak juga", kata Alloh. Aku jawab lagi, "Karena ibadah hajiku, puasaku dan sholatku". "Tidak juga", kata Alloh. Aku jawab sekali lagi, "Karena aku suka mendatangi kaum sholihin dan mencari ilmu". "Bukan itu",  kata Alloh. Lantas aku balik bertanya, "Ya Alloh, Tuhanku, sebab apa aku dapat ampunan-Mu?". Kemudian Alloh menjelaskan, "Ingatkah kamu sewaktu berjalan menelusuri kota Baghdad, kamu jumpai seekor kucing kecil yang menggigil kedinginan. Dengan sikap kasih sayangmu kepadanya, kuncing itu lantas kamu ambil dan kamu selamatkan didalam jubah tebalmu". Aku pun kemudian membenarkan tindakanku itu. Alloh kemudian berfirman "Sikap kasih sayangmu kepada kuncing kecil itulah yang menyebabkan Aku berkasih sayang kepadamu".


Munajat Dan Mohon Ampun



_______________________________________________________

Sumber Kajian: Kitab Nashoihul 'Ibad
Karya: Syekh Muhammad Nawawi Al-Banteniy




Dari Abu Bakar Dalaf bin Jahdar asy-Syibliy dalam munajatnya ia berucap :

إِلَهِيْ إِنِّي أُحِبُّ اَنْ أَهَبَ لَكَ جَمِيْعَ حَسَنَاتِيْ مَعَ فَقْرِيْ وَضُعْفِيْ فَكَيْفَ لاَ تُحِبُّ سَيِّدِيْ اَنْ تَهَبَ لِيْ جَمِيْعَ سَيِّئَاتِيْ مَعَ غِنَاكَ مَوْلاَيَ عَنِّيْ

"Tuhanku! Sungguh aku suka menghaturkan seluruh amal kebaikanku kepada-Mu berikut kemelaratan dan kelemahanku. Lantas bagaimana dengan Engkau, Ya Sayyidi, Tuanku,  yang tidak suka melimpahkan kepadaku seluruh amal burukku berikut kekayaan-Mu untuk tidak menyiksaku"
 Abu Bakar Dalaf bin Jahdar asy-Syibliy lahir dan hidup di Baghdad. Ia hidup selama 87 tahun dan wafat pada tahun 334 H dan dimakamkan di Baghdad. Ia termasuk seorang 'Arif billah, bermadzhab Maliki, menjadi sahabat Junaid al-Baghdadi, dan para ulama lain yang semasa dengannya
 Yang dimaksud dengan "kemelaran" di sini adalah sangat membutuhkan memperoleh kebaikan, sedangkan "kelemahan" dimaksudkan dengan kelemahan sewaktu memperbanyak beribadah. Sedangkan "permohonan agar tidak disiksa" adalah disebabkan bahwa kejelekan seorang hamba itu sebenarnya tidak merugikan Alloh, sebagaimana kebajikan dan peribadatan hamba sebenarnya tidak menguntungkan-Nya
 Beberapa orang utama yang terhormat pernah memberiku ijazah bacaan 3 bait syi'ir dalam bahar Wafir di bawah ini agar dibaca 7 kali setiap selesai sholat jum'at :
 إِلَهِيْ لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاً  *  وَلاَ أَقْوَى عَلَى النَّارِ الْجَحِيْمِ
فَهَبْ لِيْ تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوْبِيْ * فَإِنَّكَ غَافِرُ الذَّنْبِ الْعَظِيْمِ
وَعَامِلْنِيْ مُعَامَلَةَ الْكَرِيْمِ    * وَثَبِّتْنِيْ عَلَى النَّهْجِ الْقَوِيْمِ

Tuhanku, tidak pantas aku jadi penghuni surga firdaus
Namun diriku tak kuat jika disiksa di neraka jahim
Karenanya, terilamah taubatku dan ampuni dosa-dosaku
Karena Engkaulah Pengampun dosa-dosa besar
Perlakukan diriku seperti Engkau perlakukan orang mulia
Dan kokohkan kakiku untuk menapak di atas jalan yang lurus.


Kisah Teladan
 Asy-Syibliy datang, langsung saja Ibnu Mujahid memeluknya dan mencium pada kening diantara kedua matanya. Suatu ketika perbuatan Ibnu Mujahid tersebut ditanyakan seseorang, dan dijawabnya: "Aku pernah bermimpi bertemu dengan Rosululloh SAW. Beliau menjemput Asy-Syibli, lantas mencium kening diantara kedua matanya. Menyaksikan hal itu, aku bertanya kepada beliau, kenapa beliau melakukan hal itu kepada Asy-Syibli! Sabda beliau, "Memang, karena setiap selesai sholat fardhu dia selalu membaca ayat :

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ. فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ .
"Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu'min. Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki `Arsy yang agung". (QS At-Taubah,[9] : 128-129).

Dilanjutkan dengan membaca sholawat :

صَلَّى اللهُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ

"Semoga Alloh melimpahkan rahmat ta'zhim kepadamu, wahai Rosululloh"

Selanjutnya Ibnu Mujahid menanyakan kepada Asy-Syibli tentang apa yang dia lakukan tersebut, dan dijawabnya, memang benar seperti itulah yang dia baca setiap selesai sholat fardhu.


Cinta Dunia Dan Lupa Mati



_______________________________________________________

Sumber Kajian: Kitab Nashoihul 'Ibad
Karya: Syekh Muhammad Nawawi Al-Banteniy




Seorang penyair berpuisi dalam bahar kamil majzu' :

يَا مَنْ بِدُنْيَا هُ اشْتَغَلْ   *  قَدْ عَرَّهُ طُوْلُ اْلأَمَلْ
اَوَلَمْ يَزَلْ فِيْ غَفْلَةٍ    *  حَتَّى دَنَا مِنْهُ اْلأَجَلْ
اَلْمَوْتُ يَأْتِيْ بَغْتَةً     *  وَالْقَبْرُ صُنْدُوْقُ الْعَمَلْ
اِصْبِرْ عَلَى اَهْوَالِهَا   *  لاَ مَوْتَ اِلاَّ بِالأَجَلْ

Wahai orang yang sibuk dengan dunianya
Sungguh, ia terkecoh oleh panjangnya angan-angan
Bukankah ia selalu lalai
Sehingga ajal pun mendekatinya
Kematian datang secara mengejutkan
Sementara di kuburan amal tersimpan
Sabarlah menghadapi kemelut dunia
Tiada kematian, melainkan didahului ajal

Ad-Dailamiy meriwayatkan hadis, bahwa Rosululloh SAW bersabda :
"Meninggalkan dunia itu lebih pahit daripada jadam (buah yang sangat pahit) dan lebih tajam daripada goresan pedang di waktu perang sabilillah. Tiada seorang pun yang meninggalkannya melainkan Alloh memberi orang itu sesuatu seperti yang dianugerahkan-Nya kepada para syuhada'. Menginggalkan dunia adalah dengan cara menyedikitkan makan dan kenyang, serta tidak suka dipuji-puji orang. Karena siapa saja yang suka dipuji berarti ia mencintai dunia dan berbagai kenikmatannya. Dan siapa saja yang suka memperoleh kenikmatan yang paling nikmat, hendaklah ia meninggalkan dunia dan puji-pujian orang lain."

Ibnu Majah meriwayatkan hadis, bahwa Rosululloh SAW pernah bersabda :
 "Siapa saja yang berniat meraih (kebahagiaan) akhirat, maka Alloh mengumpulkan potensinya, menjadikannya memiliki perasaan kaya dalam hatinya, dan dunia pun datang melimpah kepadanya. Sebaliknya, siapa saja yang berniat mencari dunia, maka Alloh mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kemelaratan di depan matanya, dan dunia tidak datang kepadanya selain apa yang sudah ditentukan Alloh untuknya"


Tercelanya Mengufuri Nikmat Dan Kesialan Menemani Orang Bodoh



_______________________________________________________

Sumber Kajian: Kitab Nashoihul 'Ibad
Karya: Syekh Muhammad Nawawi Al-Banteniy



Ada yang mengatakan :

كُفْرَانُ النِّعْمَةِ لُؤْمٌ وَصُحْبَةِ اْلأَحْمَقِ شُؤْمٌ

"Mengkufuri nikmat itu tercela dan menemani orang bodoh sial"

Maksudnya, orang yang mengkufuri nikmat atau tidak mensyukuri nikmat merupakan pertanda rendahnya jiwa.

Yang dimaksud "orang bodoh" di sini adalah orang yang menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya yang layak, padahal ia mengetahui buruknya penempatan tersebut. Maka, hidup bergaul dengan orang bodoh semacam ini merupakan kesialan, tidak membawa keberkahan. Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh At-Thabraniy : "Ishrim al-ahmaq", putuskan hubunganmu dengan orang yang tolol.

Maksudnya, jangan bergaul dengan orang yang bodoh disebabkan perangainya yang buruk, sementara perangai atau watak seseorang itu dapat menular.

At-Tirmidzi meriwayatkan hadis dari Ibnu Umar r.a., bahwa Rosululloh SAW pernah bersabda :
 "Ada dua hal, jika keduanya dimiliki oleh seseorang, maka Alloh akan mencatatnya sebagai orang yang bersyukur dan penyabar, dan jika keduanya tidak dimilikinya, maka Alloh tidak mencatatnya sebagai orang yang bersyubur dan penyabar. Yaitu, barangsiapa yang dalam urusan agama ia memandang kepada orang yang (kualitas agamanya) ada di atasnya, lalu ia mengikutinya, dan dalam urusan dunia ia memandang kepada orang yang lebih rendah (lebih miskin) daripada dirinya, lalu ia memuji Alloh disebabkan anugerah yang dilebihkan-Nya kepada dirinya, maka Alloh mencatatnya sebagai orang yang bersyukur dan penyabar. Barangsiapa yang yang dalam urusan agama ia memandang kepada orang yang (kualitas agamanya) lebih rendah dari dirinya dan dalam urusan dunia ia memandang kepada orang yang lebih tinggi (lebih kaya) daripada dirinya, lalu merasa resah disebabkan ia belum memiliki seperti yang dimiliki orang itu, maka Alloh tidak mencatatnya sebagai orang yang bersyukur dan penyabar "

Hadis ini sangat luas cakupannya, menyangkut segala macam kebaikan.


Mengakui Kelemahan Dan Kekurangan Diri



_______________________________________________________

Sumber Kajian: Kitab Nashoihul 'Ibad
Karya: Syekh Muhammad Nawawi Al-Banteniy




Ada yang mengatakan :

اَلْمُقِرُّ بِالتَّقْصِيْرِ اَبَدً مَحْمُوْدٌ, وَاْلإِقْرَارُ بِالتَّقْصِيْرِ عَلاَمَةُ الْقَبُوْلِ

"Mengakui kelemahan diri itu selamanya terpuji, dan pengakuan terhadap adanya kekurangan diri itu pertanda diterima amalnya"


Karena pengakuan terhadap adanya kekurangan diri dalam beramal itu mengindikasikan tidak adanya perasan 'ujub (berbangga diri) dan sombong didalam hatinya. 

Sumber Semua Kesalahan Dan Fitnah




_______________________________________________________

Sumber Kajian: Kitab Nashoihul 'Ibad
Karya: Syekh Muhammad Nawawi Al-Banteniy




Rosululloh SAW bersabda : 

أَصْلُ جَمِيْعِ الْخَطَايَا حُبُّ الدُّنْيَا وَاَصْلُ جَمِيْعِ الْفِتَنِ مَنْعُ الْعُشْرِ وَالزَّكَاةِ

 "Sumber semua kesalahan adalah cinta dunia dan sumber semua fitnah adalah enggan mengeluarkan sepersepuluh dan zakat"

 Yang dimaksud "cinta dunia" adalah mencintai dunia melebihi kebutuhannya, yakni suka hidup mewah.


Yang dimaksud dengan "sepersepuluh" di sini adalah sepersepuluh dari zakat hasil pertanian (biji-bijian dan buah-buahan makanan pokok) dengan sistim tadah hujan atau irigasinya tanpa mengeluarkan biaya. Sedangkan yang dimaksud dengan "zakat" adalah zakat fitrah dan zakat mal selain dari hasil pertanian di atas, seperti zakat emas dan perak, binatang ternak dan selainnya. 

Ketaatan Pertanda Makrifat Dan Gerakan Pertanda Hidup



_______________________________________________________

Sumber Kajian: Kitab Nashoihul 'Ibad
Karya: Syekh Muhammad Nawawi Al-Banteniy




Ada yang mengatakan :

حَرَكَةُ الطَّاعَةِ دَلِيْلُ الْمَعْرِفَةُ كَمَا اَنَّ حَرَكَةَ الجِسْمِ دَلِيْلُ الْحَيَاةِ

"Gerak-gerik taat sebagai pertanda makrifat, sebagaimana gerak-gerik badan sebagai pertanda hidup"


Artinya, ketaatan seorang hamba kepada Alloh merupakan pertanda bahwa dia telah bermakrifat atau mengenal Alloh. Dengan begitu, semakin banyak ia taat, maka semakin banyak ia bermakrifat atau mengenal Alloh; sebaliknya semakin sedikit taatnya, maka semakin sedikit pula bermakrifat atau mengenal-Nya, karena sikap lahir itu merupakan indikator terhadap sikap batinnya. 

Perasaan Dekat Kepada Alloh Dan Asing Bersama Orang



_______________________________________________________

Sumber Kajian: Kitab Nashoihul 'Ibad
Karya: Syekh Muhammad Nawawi Al-Banteniy



Ada yang mengatakan:

مَنْ كَانَ بِالطَّاعَةِ عِنْدَ اللهِ قَرِيْبًا, كَانَ بَيْنَ النَّاسِ غَرْيِبًا

"Barangsiapa yang merasa dekat kepada Alloh disebabkan ketaatannya, maka ia merasa terasing hidup di tengah masyarakat"


Artinya, semakin seseorang mampu merasakan nikmatnya menyibukkan diri dalam berbuat ketaatan kepada Alloh, semakin menjadikannya merasa terasing hidup di tengah masyarakat.

Perasaan Orang Terhormat Dan Orang Bodoh



_______________________________________________________

Sumber Kajian: Kitab Nashoihul 'Ibad
Karya: Syekh Muhammad Nawawi Al-Banteniy




Ada yang mengatakan :

لاَ غُرْبَةَ لِلْفَاضِلِ وَ لاَ وَطَنَ لِلْجَاهِلِ

"Tiada asing bagi orang yang terhormat dan tiada negeri bagi orang yang bodoh"


Orang yang berilmu dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari senantiasa dihormati dan diagungkan oleh orang-orang di daerah atau negeri manapun. Oleh karena itu, setiap singgah di daerah atau negeri orang, ia merasa seperti hidup di daerah atau negerinya sendiri, sekalipun ia orang asing. Kondisi ini bertolak belakang dengan orang bodoh yang merasa asing hidup di daerah atau negerinya sendiri.

Teks Berbahasa Jawa Bacaan TALQIN Untuk Mayit

بسمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. لآاله الاّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاشَرِيْكَ لَهُ لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ ...